Sebab Akibat dan Garisan Takdir

Saya takut bila suatu saat nanti Saya akan mendapatkan pasangan yang mempunyai sifat yang kurang baik. Setiap manusia pasti mempunyai sisi gelapnya tersendiri, mempunyai sifat jelek pada dirinya masing-masing, tetapi Saya seringkali merasa takut jika suatu nanti Saya akan mendapatkan pasangan yang bertabiat kurang baik akibat dari ulah Saya di masa lalu dan masa sekarang.
R

Mungkin tidak setiap orang pernah berpikir sama seperti Saya. Bahkan ada orang yang santai saja seolah berkata, “Itu mah gimana nanti saja, toh semua sudah ada garisan takdirnya masing-masing”. Kalau dipikir kembali benar juga dengan pemikiran seperti itu. Memang setiap orang sudah mempunyai garisan takdirnya masing-masing. Namun Saya sering takut untuk memikirkan hal semacam itu, terlebih lagi persoalan jodoh atau pasangan hidup nantinya akan seperti apa. Dengan segala kejelekan yang ada pada diri Saya, tidak dapat terbayangkan kalau Saya harus berpasangan dengan yang setimbang dengan segala apa yang telah Saya perbuat.

Ya, karena memang sudah seharusnya seperti itu. Kita akan mendapatkan pasangan kelak yang sama perbuatan dan tingkah lakunya seperti kita dulu dan saat ini. Kadang aturan yang telah digariskan olehNya membuat kita berpikir jika akan melakukan suatu perbuatan yang kurang baik yang mana dampaknya akan kembali pada diri kita juga. Memang pasangan kita mungkin kelak tidak akan memiliki hobi yang sama, ketertarikan yang sama terhadap sesuatu, tetapi pasti akan ada saja yang membuat kita berpikir ulang nantinya bahwa semua perbuatan kita dulu akan berbalik pada diri kita, entah itu perbuatan baik ataupun perbuatan buruk.

Saya takut akan perbuatan Saya saat ini dan dulu harus Saya tanggung di kemudian hari.

Saya bahkan sampai sekarang “takut” dengan wanita. Bukan, bukan tidak suka dengan wanita, Saya masih normal. Namun lebih ke arah Saya takut tidak bisa menjadi baik untuk menjadi seorang imam. Untuk memimpin diri Saya sendiri saja tidak becus. Mungkin itu yang membuat sampai saat ini Saya belum berpandangan jauh ke depan tentang pasangan. Saya selalu merasa bangga pada teman-teman Saya yang sudah berkeluarga. Setidaknya mereka sudah bisa memimpin diri sendiri dan juga sudah harus bisa memimpin pasangannya. Kadang Saya berpikir, apakah Saya bisa seperti mereka yang sudah menikah? sedangkan keadaan Saya saat ini pun sangat tidak jelas. Terombang ambing ke sana ke sini seperti kebingungan mencari jalan hidup Saya. Tidak perlu Saya jelaskan lagi, jika Kamu sudah membaca tulisan-tulisan Saya sebelumnya, Kamu akan mengerti.

Lucu juga, dengan umur yang sudah sebanyak ini Saya belum bisa menjadi pemimpin bagi diri Saya sendiri apalagi jika harus memimpin orang lain. Saya sering mentertawai hidup Saya sendiri, “kok bisa yah hidup Saya sekonyol ini”.

Diposting oleh Bayu Handono pada
Label:

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.

www.000webhost.com