Perbedaan, Keseimbangan, dan Kesetimbangan

Sudah menjadi catatan dalam jalan cerita kehidupan manusia mendapatkan sesuatu yang sesuai ataupun yang sepadan. Segala sesuatu di dunia ini sudah terukur dalam porsinya masing–masing. Bagaimana pun semua makhluk dan benda di alam semesta ini sudah pada jalurnya masing-masing.
R

Seorang jelata tidak mungkin mendapatkan pasangan seorang kaya raya. Mungkin bisa saja kalau Tuhan berkehendak, tapi rasanya tidak banyak yang berjalan mulus dalam cerita kedepannya.

Misal, seorang laki–laki yang biasa saja mendapatkan atau berjodoh dengan seorang perempuan kaya raya banyak harta. Ini bisa saja terjadi. Namun, kita tidak tahu jalan cerita si laki–laki itu bagaimana. Apakah meraih kebahagiaan bersama si perempuan tersebut, atau justru sebaliknya.

Mau tidak mau jika dalam suatu hubungan terdapat kesenjangan yang terlalu jauh, maka bisa dipastikan akan banyak permasalahan. Mulai dari usia yang berbeda terlampau jauh, derajat sosial yang terlalu jauh, atau bahkan tingkat pendidikan yang terlampau njomplang terlalu jauh. Perbedaan usia yang terlalu jauh bisa jadi pengalaman yang didapat dari dua orang tidak akan seimbang. Begitu juga dengan perbedaan derajat sosial yang terlalu jauh, bisa–bisa pihak yang memiliki derajat sosial lebih rendah diperlakukan seenaknya suatu saat(mungkin).

Perbedaan tingkat pendidikan yang terlalu jauh pun mungkin bisa jadi permasalahan, tentu saja karena perbedaan tingkat pendidikan yang terlalu berbeda jauh bisa menimbulkan hasil pola pikir yang berbeda jauh pula. Walaupun tidak semuanya begitu, tapi faktanya kebanyakan seperti itu. Mungkin ini salah satu cara Tuhan dalam menyeimbangkan segala sesuatu ciptaan–Nya. Semua pada porsinya masing–masing.

Kadang juga banyak pasangan yang mana si pihak lelaki tidak terlalu rupawan dan si pihak perempuan terlampau menawan. Yang pada akhirnya kita mesti kasian juga pada si lelaki, karena sudah pasti banyak omongan orang lain yang aneh–aneh terhadap pasangan itu.

Walau tidak semua orang begitu, faktanya kebanyakan seperti itu.

“Ehh si cewenya kok mau ya sama cowo yang macam gitu.”

Omongan–omongan semacam itulah yang sering terdengar.

Sering juga dalam berita televisi tentang kejadian seorang pasangan yang dianiaya karena terlalu banyak perbedaan yang terlampau jauh.

Misal si lelaki cuma kerja kantoran biasa sedang si perempuan punya perusahaan besar, biasanya si lelaki akan merasa minder dengan keadaan itu yang pada akhirnya bisa saja menimbulkan sebuah perselisihan.

Perbedaan itu tidak terlalu penting selama satu sama lain bisa memaklumi semua perbedaan tersebut. Karena memang Tuhan menciptakan makhluk dengan banyak perbedaan. Namun, perbedaan yang terlampau jauh atau bahkan sangat jauh, akan sangat memungkinkan menimbulkan suatu permasalahan yang panjang.

Semua harus pada porsinya masing–masing. Perbedaan itu memang indah, jika salah satu pihak tidak mengaku paling indah diantaranya keindahan yang lain. Perbedaan itu indah dengan keseimbangan dan kesetimbangan sebagai syaratnya.

Semua keindahan sejati hanya ada pada surga dan Film Televisi(FTV).

Saya rasa, masalah perbedaan yang terjadi di negeri kita akhir–akhir ini bakalan menjadi cerita panjang yang akan lama tamatnya. Cara satu-satunya mengakhiri perselisihan akibat perbedaan pendapat, ya dengan sadar diri masing–masing bahwa kita memang harus harus mengerti dulu bahwa perbedaan itu bukan hanya harus diterima begitu saja, tapi juga perbedaan mesti diiringi keseimbangan dan kesetimbangan agar semua perbedaan benar–benar menjadi perbedaan yang indah. Hoeeekkk… :s

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.

www.000webhost.com