Laki-Laki dan Dunia Otomotif

Ngomong-ngomong hal yang berbau otomotif Aku sedikit kurang tertarik, karena mungkin dari sejak dulu tidak pernah dikenalkan mengenai dunia per otomotifan. Bukan tidak suka dengan hal-hal yang berbau otomotif tetapi entah kenapa jika sudah ada kaitannya dengan per otomotifan Aku sedikit kesulitan memahaminya. Contoh nyatanya Aku baru saja bisa mengendarai sepeda motor baru-baru ini, mungkin sekitar kurang lebih satu setengah tahunan Aku bisa mengemudikan kendaraan roda dua bermesin. Orang lain seperti teman-temanku mungkin sudah sejak SMP atau SMA sudah mahir dalam mengendarai sepeda motor bahkan ada yang sudah pandai mengendarai kendaraan roda empat.

Berbeda denganku yang akhir-akhir ini saja baru bisa menggunakan kendaraan roda dua bermesin. Mestinya sih sudah dari dahulu kala Aku bisa mengendarai kendaraan namun akibat dari kemalasan belajar jadi Aku baru bisa mengendarai baru-baru ini. Mungkin terdengar aneh, seorang lelaki tidak/belum lancar mengendarai sepeda motor tetapi memang begitulah kenyataannya.

Sebenarnya sekarang ini Aku sudah lancar dalam mengendarai kendaraan roda dua terlebih Aku sudah mulai bisa menguasai kendaraan ketika Aku sedang membonceng seseorang, karena sebelum-sebelumnya Aku enggan membonceng seseorang karena takut terjatuh. Karena yang Aku bawa itu kan makluk hidup bukan benda mati jadi Aku agak was-was jika sedang membonceng seseorang. Sebenarnya kalau hanya mengendarai sepeda saja sih sudah dulu-dulu bisa Aku lakukan, sekitar ketika Aku masih di sekolah dasar(SD).

Namun ya namanya juga berbeda cara mengendarai kendaraan yang tanpa menggunakan mesin dengan kendaraan yang menggunakan mesin dalam penggunaannya. Oleh sebab itu sampai dengan saat ini Aku masih belum mengetahui seluk beluk mengenai otomotif khususnya sepeda motor. Oia beberapa waktu lalu, mungkin sekitar 1 bulanan yang lalu Aku membonceng seorang teman untuk mengantarnya mengganti lensa kacamatanya di Jalan ABC Bandung.

Setelah beres lalu kami pulang dan Aku yang membonceng temanku. Kemudian ketika di sebuah lampu merah Aku terjatuh karena mungkin Aku sedikit melamun sebentar dan juga Aku berniat jalan lurus saja namun temanku meminta belok kanan saja karena ingin menghindari macet, Akupun sedikit kaget dan lupa menyalakan lampu tanda berbelok ke kanan dan seketika Aku dan temanku terjatuh, untungnya hanya menyenggol ban belakang pengendara lain yang mengakibatkan keseimbanganku hilang dan untungnya tidak parah ketika terjatuh.

L

Sejak peristiwa itu Aku mulai lebih berhati-hati lagi dalam mengendarai kendaraan. Akibat dari kejadian tersebut rem belakang kendaraanku agak sedikit bengkok akibat terjatuh. Dan Aku hanya bisa bilang kepada Bapakku karena Aku sama sekali tidak mengerti harus dibagaimanakan rem yang bengkok tersebut. Tetapi masih bisa digunakan dengan baik.

Setelah beberapa minggu kemudian, Aku kembali terjatuh ketika ingin pulang ke rumah setelah pulang dari kampusku. Ketika itu Aku hendak berbelok ke arah kanan dan sedikit menanjak, sengaja Aku sedikit kencang agar dapat menanjak tanpa harus oper gigi ke gigi satu. Tanpa diketahui sebelumnya ternyata di belokan tersebut terdapat semacam tanah atau mungkin pasir sehingga ban belakang selip dan mungkin juga Aku terlalu kencang dan akhirnya Aku kembali terjatuh untuk kedua kalinya. Pada saat Aku terjatuh untungnya hanya sedikit kendaraan yang lewat, dan ya dengan sedikit kesakitan Aku mencoba membangunkan kendaraanku sendiri karena tidak ada yang membantu walaupun Aku melihat 2 orang satpam yang melihatku terjatuh namun mereka hanya melihat saja dan tidak membantuku. Dengan perasaan kaget dan malu Aku membersihkan pakaianku yang kotor dan langsung segera pergi.

Akibat kejadian itu rem belakang kena lagi dan tambah bengkok. Tetapi Aku diam saja tidak cerita pada Bapakku karena takut dimarahai. Aku berniat membetulkannya sendiri namun sekali lagi Aku sama sekali tidak mengerti mengenai otomotif ya jadi Aku biarkan saja. Ketika pada suatu waktu Aku ke rumah temanku yang bisa disebut sangat mengerti mengenai dunia otomotif. Lalu dia pun membantu membetulkan rem yang bengkok. Akhirnya betul juga tetapi malah menjadi tidak nyaman digunakan. Akhirnya dengan terpaksa Akupun bilang kepada orangtuaku dan akhirnya dibetulkan juga rem yang sudah tidak nyaman itu oleh Bapakku.

Bapakku cukup mengerti mengenai sepeda motor karena setidaknya Bapakku sudah bekerja di POS sebagai pengantar surat dan sudah kurang lebih 30 tahunan bergelut dan bekerja dengan menggunakan sepeda motor jadi setidaknya Bapakku mengerti hal-hal mengenai kendaraan roda dua. Aku juga terkadang heran mengapa Aku berbeda dengan teman lelaki yang gemar akan otomotif dan juga dunia bola, karena Aku kurang begitu mendalami dalam dua bidang tersebut. Jika suatu waktu Aku terlibat obrolan bersama temanku dan mereka sedang membicarakan tema obrolan otomotif Aku hanya diam saja karena bila ikut bicara pun tidak memungkinkan dikarenakan pengetahuanku akan hal-hal dunia otomotif sangatlah kurang dan sedikit sekali. Aku memilih lebih banyak diam dan hanya sebatas mendengarkan saja pembicaraan mereka.

Sebenarnya Aku merasa ingin menjadi lelaki sejati seperti mereka yang mengerti dan menyukai dunia otomotif dan juga dunia persepakbolaan. Tetapi susah juga jika memang pada dasarnya kurang suka dengan bidang-bidang tersebut dan dipaksa untuk menyukia bidang-bidang tersebut. Namun setidaknya Aku bisa ikut menyimak agar pengetahuanku akan hal-hal seperti tersebut dapat kujadikan pengetahuan tambahanku. Entah kapan Aku bisa menjadi seperti laki-laki modern dapat eksis seperti mereka.

Diposting oleh Bayu Handono pada
Label:

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.

www.000webhost.com