Kedua Sahabat

“Entah harus bagaimana lagi, sepertinya Aku sudah tidak sanggup lagi. Sudah terlampau banyak dosa dan kesalahan yang dilakukan sehingga Aku sudah tidak memiliki tujuan lagi. Yang Aku lakukan sekarang hanyalah menjalani semua dan mencoba untuk tidak memikirkan hal-hal yang orang lain dapat yang bisa menyenangkan hati. Mungkin semua cara yang Aku lakukan dari semenjak Aku kecil adalah sebuah kesalahan semua di mana hasilnya seperti sekarang ini, sangat berantakan.”

Semua ini tepatnya dimulai sejak Aku lulus Sekolah Dasar(SD). SD-ku berada tidak jauh dari rumahku, mungkin hanya sekitar 50 meter dari rumahku. Di mana di waktu jaman SD Aku bisa merasakan hidup tanpa beban pikiran yang sangat berat seperti sekarang ini. Di mana Aku bisa bermain tanpa harus menghiraukan kewajibanku sebagai anak, ya karena mungkin saat kecil sedikit saja kewajiban yang harus dipenuhi dan juga tidak menjadi beban. Di mana jaman-jaman tersebut merasakan bagaimana indahnya memiliki teman yang cukup dekat denganku.

Baru-baru ini baru Aku sadari dan juga merasakan bagaimana rasanya tidak memiliki teman dekat(sahabat) seperti pada saat Aku di sekolah dasar. Saat ini Aku sudah menetapkan bahwa Aku hanya memiliki 2 sahabat dalam hidupku dan sahabat itu tidak lain pada saat Aku bersekolah di sekolah dasar SDN. Bojong Kacor. Nama kedua sahabat tersebut yaitu Adam Wahyu Prabowo dan Pardi Mungkin mereka sudah tidak lagi memikirkan saat-saat kita bermain bersama. Tapi sampai dengan saat ini Aku tidak bisa berhenti memikirkan betapa bahagianya dahulu jika sehabis pulang sekolah Aku selalu bermain bersama mereka.

Ketika orang lain hanya bermain sepak bola bermain layangan dan permainan sejenisnya. Kami bertiga bermain ke tempat yang tidak dapat Aku gambarkan karena tempat tersebut cukup indah menurutku. Beberapa minggu yang lalu Aku bertemu dengan salah satu sahabatku itu yaitu sahabatku terbaikku yang bernaman Adam. Pada waktu itu dia menyapaku dengan memanggil nama singkatku.

“Yuu…” Dia menyapaku namun.

Aku langsung pergi karena pada waktu itu Aku sedang menggunakan kendaaran dan di tempat yang sedikit menurun jalannya. Aku tidak menyangka bahwa Aku bisa bertemu dengan salah satu sahabat terbaikku walaupun hanya sekilas saja. Dia sekaran sudah menikah dan sudah memiliki seorang anak. Dia sekarang berprofesi sebagai pengantar orang yang ingin berpergian ke suatu tempat, lebih tepatnya bekerja sebagai pengantar ojeg.

M

Apa mau dikata, Aku terkadang suka memikirkan bahwa Dia adalah salah satu sahabat terbaikku dan juga kurang lebih selama 6 tahun Dia telah menjadi sahabat terbaikku. Dia orangnya sangat pintar dan cerdas, teringat kembali saat sehabis pulang sekolah Aku mengajaknya bermain mainan yang pada waktu itu biasa disebut “Crush Gear” semacam mobil-mobilan tamiya. Pada saat itu Aku ke rumahnya dan mengajaknya bermain ke tempat lain, namun Dia dimarahi oleh Ibunya sampai-sampai gagang sapu melayang pada Dia. Ibunya marah karena sehabis pulang sekolah Dia bukannya belajar malah langsung bermain denganku. Pada saat itupun Aku menjadi tidak enak dan berbicara agar Aku dan Dia tidak jadi main saja.

Namun Dia bersih keras ingin bermain denganku, Dia pun marah dan melempar sendal Ibunya ke jalan Raya dan kabur bersamaku. Aku sudah bilang bahwa lebih baik tidak jadi saja mainnya, namun akhirnya dengan agak berat hati Akupun bermain dengannya. Aku ingat sekali pengalaman-pengalaman yang sangat indah itu pernah terjadi pada saat itu. Terkadang Aku sering bertanya kepada Ibuku.

“Bu, Adam masih suka ngojeg di depan sana…??” Ibuku pun menjawab, “Iya, Dia waktu itu masih ngojeg di depan. Dia sudah nikah loh dan sudah mempunyai anak.”

Yang dirasakan jelasnya Aku sangat senang dan bahagia karena biar bagaimanapun juga Dia telah menjadi bagian dari hidup Saya pada saat sekolah dasar. Masih sangat banyak kebersamaan yang telah dilalui oleh kami bahkan Aku masih ingat bila Aku sedang beradu mulut dengan temanku yang lain Dia selalu membelaku. Yang jelas saat ini Aku hanya ingin melihat kedua sahabatku bahagia. Mereka orang yang sangat baik. Baik sekali.

Diposting oleh Bayu Handono pada
Label:

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.

www.000webhost.com