Hubungan Lapar dan Kesurupan

K

emarin sore 13 Juni 2016, Saya pergi keluar untuk membeli makanan untuk berbuka. Membeli makanan tepatnya jajanan untuk berbuka ke pasar tahunan di Pahlawan. Saya berangkat sekitar jam 5 lebih sore hari. Namanya mendekati waktu berbuka jalanan sudah dapat dipastikan macet. Benar saja ketika di pertengahan jalan sudah sangat macet. Saya menyempatkan diri ke POM Bensin terlebih dahulu di daerah Sadang Serang tidak begitu jauh dari rumah mungkin sekitar 2 Kilometer. Saat di POM waktu berbuka tinggal beberapa menit lagi, Saya pun segera pergi ke Pahwalan setelah bensin terisi penuh.

R

Macet

Bukan hal aneh lagi di Bandung sekarang ini sudah menjadi seperti Jakarta. Macet!! Di jalan pun Saya berjalan pelan karena melihat kendaraan yang terlampau banyak. Sore hari biasanya sudah seperti angin ribut, kendaraan sudah tak karuan seliweran, apalagi di bulan puasa seperti ini bisa dibayangkan seperti apa kalutnya? Saya pun sudah mendekati tempat tujuan. Ketika ingin parkir, suasana jalanan sudah tidak karuan, bunyi klakson di mana-mana. Padahal menurutku yang namanya juga jalanan sedang macet untuk apa mebunyikan klakson terus menerus, tidak ada gunanya. Terlebih lagi sedang puasa, bukannya menahan untuk tidak membunyikan klakson malah semakin menjadi jadi.

Ramai dan Semrawut

Tiba di tempat tujuan, Saya pun langsung membeli jajanan. Sangat banyaknya orang di sana Saya sampai pusing melihat kerumunan orang dan juga suara bising kendaraan di jalan karena letaknya persis di sisi jalan raya. Saya pun membeli jajanan batagor dan cakue. Setelah itu Saya pun segera pulang karena waktu juga sudah sangat mepet.

Efek Lapar

Entah karena efek lapar atau memang mengejar waktu berbuka, orang-orang di jalanan memakai kendaraan seperti orang yang sedang kesurupan setan. Bunyi klakson di sana sini, ngebut seenaknya. Bulan puasa itu bukannya digunakan untuk menahan amarah dan menahan emosi, tapi yang Saya lihat malah sebaliknya. Apapun alasannya, entah itu mengejar waktu berbuka ataupun sudah dalam kondisi lelah, mestinya di saat berpuasa seperti ini kita tidak perlu menjadi emosian seperti itu. Jika sudah emosian seperti itu lalu untuk apa semua yang dilakukan di bulan ini, mungkin akan sia-sia. Saya pun orang yang mudah emosian, tapi ketika di jalanan ya mau tidak mau harus menahan emosi. Apa mungkin juga karena efek lapar berpuasa, orang-orang menjadi emosian di jalan. Harusnya sih tidak seperti itu.

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.

www.000webhost.com