Berhenti Menyalahkan Pemerintah

Terkadang, sesekali kita mesti berhenti sebentar untuk selalu menyalahkan pemerintah atas segala yang telah terjadi di negeri ini. Kadang kita harus sesekali menyalahkan diri sendiri, karena secara langsung maupun tidak langsung kita pun berkontribusi terhadap apa‚Äďapa saja yang terjadi di negara ini.

Satu contoh yang jelas dan mudah adalah kemacetan. Kita bisa saja selalu menyalahkan pemerintah karena tidak becus dalam mengurangi ataupun menngatur kemacetan kendaraan. Namun, kita sesekali mesti berpikir, “apa kontribusi Saya” untuk mengurangi kemacetan? Salah satu jawaban yang paling gampang ya memakai kendaraan umum. Benar, memakai kendaraan umum tentu saja dapat mengurangi kemacetan, tapi yang jadi permasalahan adalah apakah ada orang yang mau memakai kendaraan umum setelah terbiasa memakai kendaraan pribadi?

Mungkin kita dapat menyalahkan pemerintah atas hal ini. Karena mungkin dengan belum terintegrasinya angkutan umum dapat menjadi penyebab orang malas memakai kendaraan umum, termasuk Saya. Mungkin ini salah satu tugas pemrintah untuk mengatasi permasalahan kendaraan umum yang belum terintegrasi dengan baik dan belum senyaman seperti kendaraan pribadi.

Saya juga sebenarnya termasuk orang yang malas menggunakan angkutan umum. Tidak semua angkutan umum langsung jalan ketika kita sudah naik kendaraan tersebut. Bahkan sering juga kita harus menunggu dan ngetem bareng si sopir angkot. Bahkan Saya pernah suatu waktu ketika Saya naik angkot, Saya harus menunggu selama dua jam–an mulai dari jam dua belas siang sampai jam dua siang/sore. Bayangkan, Saya mesti menunggu angkot untuk bisa jalan selama itu!

Selain itu juga Saya mesti berhadap-hadapan dan berpandang-pandangan muka dengan orang yang tidak Saya kenal selama ngetem itu, kan lucu…

Asal tahu saja, angkot akan mau jalan setelah kursi baris sebelah kanan terisi tujuh orang penumpang dan kiri terisi lima orang penumpang, lalu kursi depan harus terisi dua orang di sebelah kiri supir. Belum lagi kalau pas kebetulan saat kendaraan akan berangkat adanya tambahan penumpang. Ya terpaksa sekitar dua atau tiga penumpang laki-laki harus bergelantungan di pintu mobil yang sebenarnya berbahaya. Saya juga pernah beberapa kali bergelantungan seperti itu saat naik angkot, dalam bahasa Sunda kita menyebutnya nangkel(bergelantungan).

Sebenarnya sih tidak masalah, yang sering membuat kesal itu ngetemnya itu.

Tidak semua angkot seperti itu sih, kebetulan angkot yang Saya naiki itu angkot yang menuju ke rumah Saya dan juga ke pasar simpang sekitaran daerah Dago, Bandung. Rumah Saya di kabupaten Bandung tapi tidak terlalu jauh dari perbatasan kota Bandung. Kami biasanya menyebutnya diskotik(di sisi kota saeutik) atau di pinggir kota sedikit.

Saya rasa dengan sudah terlalu banyaknya kendaraan di kota Bandung akan sedikit sulit untuk pemerintah mengaturnya. Bahkan sudah banyak juga pemerintah daerah yang mengusulkan untuk pakai sepeda saja ke sekolah atau ke tempat kerja. Menurut Saya sih oke–oke saja, selain bisa mengurangi macet bisa juga mengurangi polusi, tapi menurut Saya dengan keadaan iklim Indonesia yang tropis, Saya rasa bersepeda ke kantor adalah satu hal yang cukup berat. Baru sampai sekolah atau kantor sudah capek duluan. Saya membandingkan iklim di Indonesia dengan iklim negara–negara eropa yang beriklim sub tropis dan bersuhu dingin. Dasar males olahraga saja ya. :D

Sah-sah saja jika ingin pakai sepeda, tapi Saya rasa sepeda akan hanya cocok sebagai alat olahraga saja dibanding alat untuk pergi ke sekolah atau kantor, karena memang faktanya kita ini verada di iklim tropis yang lumayan panas. Jika harus menyumbang solusi, Saya juga belum bisa memberikan solusi, tapi setidaknya jika sedang macet Saya berusaha untuk tidak terlalu menyalahkan pemerintah atas kemacetan yang terjadi. Walau kadang sering kesal juga. :p

Ya mau bagaimana lagi, wong kita sendiri yang bikin macet jalanan, masa mesti menyalahkan pemerintah terus tanpa memberikan solusi?

Kadang Saya tidak habis pikir dengan orang-orang atau sebagian orang yang selalu beranggapan kalau ada sesuatu yang salah di negeri ini ya salahkan pemerintah saja, semua salah pemerintah. Padahal bisa jadi jika ada kekacauan yang terjadi di negeri ini atas ulah kita sendiri yang tidak pernah berintrospeksi diri dan selalu mennyalahkan pemerintah. Mungkin kita harus bersikap kritis terhadap pemerintahan, tapi kan tidak perlu sampai mencaci maki bahkan sampai terlalu membenci juga kan? Bahkan banyak juga yang sebar hoaks untuk menjatuhkan citra pemerintahan.

Berhenti menyalahkan semua permasalahan pada pemerintah. Mungkin kitalah yang mesti memperbaiki diri dulu. Mulai dari diri sendiri. :s

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.

www.000webhost.com