Alis dan Perempuan

Entah apa yang dipikirkan oleh perempuan-perempuan zaman sekarang. Sudah memiliki alis tapi masih saja kebanyakan dari mereka mencukur alis bahkan sampai habis lalu mereka menggantinya dengan sebuah pensil alis dan semacamnya. Entah mungkin mereka berpikir bahwa dengan seperti itu alis mereka akan terlihat lebih kinclong atau lebih hitam.

Tapi Saya rasa jika memang ingin menghitamkan alis dan membuat alis lebih terlihat menarik, kenapa tidak dicukur sebagian saja lalu sedikit dirapihkan dengan pensil alis atau sejenisnya. Mungkin juga karena sekedar ikut-ikutan saja, tren, atau pun sekedar kepuasan batin. Yang jelas itu sama saja bohong. Kalau diumpamakan, kita memiliki sepeda tapi sepeda itu tidak dinaiki hanya didorong padahal jelas bahwa sepeda itu dapat dinaiki.

Alis alami dicukur digambar lagi dan seterusnya..

Saya sendiri kurang begitu suka dengan perempuan yang mencukur alisnya lalu menggambarnya diluar dari tidak diperbolehkannya diagama yang Saya anut. Saya rasa perbuatan itu sia-sia. Saya lebih menyukai perempuan yang memiliki alis alami tanpa dicukur, digambar, ataupun dilukis.

Seorang perempuan jika berdandan secara berlebihan malah membuat menjadi tidak alami, apalagi berdandan dengan dandanan yang menor dan berlebihan malah seperti badut. Ya tapi mau bagaiamana juga ada beberapa perempuan yang mengharuskan berdandan dalam profesinya. Menurut saya, tidak semua juga semua perempuan suka berdandan apalagi mencukur alisnya sampai habis.

Saya rasa seorang perempuan cukup memakai bedak sedikit saja dan memakai lipstik. Saya suka perempuan pemakai lipstik. Seorang perempuan penyuka lipstik tepatnya.

2 Komentar

  1. sodiyc

    Mungkin menurut mereka melukis alis itu seni tersendiri.
  2. Taufik Nurrohman

    Itu salah satu contoh mekanisme koping maladaptif dalam menghadapi kekurangan diri.

www.000webhost.com