Adil Itu Mutlak

“Saya mendefinisikan adil seperti ini. Kalau orang kaya hidup di dunia diberi kebahagiaan dan orang miskin hidup di dunia penuh kesengsaraan. Kemudian orang miskin lebih duluan masuk surga karena rekapitulasi saat hisab tak sebanyak orang kaya. Orang miskin tidak punya apa-apa untuk dihitung, apa yang mau dihisab?”

Itu definsi adil bagi Saya.

Kalau adil didefinisikan sama rata, maka itu bukan adil tapi bagi rata. Esensi adil tidak hanya sampai disitu saja, tapi lebih dari itu. Adil menurut Saya tak bisa didefinisikan karena adil itu hanya milik Pencipta semata. Manusia bisa berlaku adil, namun apakah adilnya manusia bisa menyamai adilnya Tuhan?

Definisi adil manusia dan definisi adilnya Tuhan tentu saja berbeda. Menurut orang berharta lebih, memberi uang 5.000 rupiah pada tukang parkir adalah hal yang kecil. Tapi bagi orang dengan ekonomi menengah ke bawah, uang 5.000 rupiah adalah uang yang lumayan, apalagi jika diberikan pada tukang parkir. Tentu saja tidak. Karena kebanyakan orang menengah ke bawah sedikit kemungkinan yang punya mobil paling banter punya motor. Jadi orang dengan ekonomi ke bawah hanya akan membayar parkir sebesar 2.000 rupiah pada tukang parkir sedang orang dengan ekonomi atas akan membayar sebesar 5.000 rupiah pada tukang parkir karena membawa mobil.

Mungkin itu bisa disebut adil. Definisi adil bagi manusia bisa disebut sama rata. Umumnya adilnya manusia adalah sama rata, lain lagi dengan adilnya Tuhan. Adilnya Tuhan adalah sesuai dengan catatan yang telah ditetapkan jauh sebelum semesta ini ada.

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.

www.000webhost.com